SMAN 1 Leces: Adaptasi RKAS

Kepala SMAN 1 Leces Menggelar Rapat Penyempurnaan RKAS 2021 pada 14 Oktober 2020, sebagai tindak lanjut pada rapat RKAS fase pertama dibulan sebelumnya. Meski Rapat berbarengan dengan hype demo pengesahan UU Omnibuslaw, rapat RKAS SMAN 1 Leces berjalan kondusif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Pada Kesempatan ini juga, kepala sekolah SMAN 1 Leces, Untung Biyono M.Pd. menyampaikan instruksi/pesan dari gubernur jawa timur Khofifah Indar Parawansa kepada segenap elemen sekolah terkait keikutsertaan siswa-siswi jenjang SMA pada demo UU Omnibuslaw. Adapun pesan yang disampaikan meliputi keaktifan wali murid serta merangkul perangkat OSIS sekolah guna meredam percikan politik ke ranah pendidikan. Khofifah melihat pendekatan teman sebaya melalui OSIS ini efektif dalam memberi pengertian agar tidak kembali turun kejalan melakukan aksi demo. Bahasa yang digunakan juga sama, karena usianya sama. “Dengan diksi ala milenial. Saya rasa mereka bisa sampaikan pesan-pesan itu,” tutur Khofifah.

Rapat RKAS SMA Negeri 1 Leces

Merujuk pada data aksi demo toalk cipta kerja Omnibuslaw, Upaya ini, lanjut dia, juga sebagai langkah perlindungan kepada pelajar di masa pandemi COVID-19 yang belum berhenti penyebarannya. Direktur Intelkam Polda Jatim Kombes Pol Slamet Hariyadi menyebut bahwa di beberapa titik unjuk rasa pada 8 Oktober 2020, terdapat 65 persen hingga 70 persen pendemo yang diamankan adalah pelajar SMA/SMK.

“Kejadian dengan mengarahkan dalam tanda petik, anak-anak SMA/SMK hampir 70 persen ini kok sepertinya merata. Di Jakarta juga begitu, Jawa Barat juga begitu, Jawa Tengah juga begitu. Kemudian Medan, Sulawesi Selatan kok sepertinya sama,” ujar Khofifah. Namun, lanjut Khofifah, justru para siswa SMA/SMK ini tidak banyak yang paham tentang esensi yang dibawa saat demo. Ketika ada yang lempar-lemparan, membakar, dan merobohkan pagar, mereka hanya ikut-ikutan saja.